Panggilan itu dimatikan. Senja makin gugup. Ia tidak bisa berpikir jernih. Jika mengirim lokasinya saat ini, perempuan tersebut sama saja mengirimkan dirinya dalam bahaya. Tapi, jika tidak ... mungkin Baskara akan kembali mencari tahu sendiri di mana dirinya sekarang. Perempuan itu makin bimbang. Perasaannya dipenuhi kegelisahan. Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya Senja menemukan ide. Ia menatap Elang yang kini masih menjebaknya di halaman belakang rumah Hans. “Minggir, Kak! Aku mau pergi.” “Pergi sama saya atau tidak sama sekali.” Senja mempertajam tatapannya pada sang mantan suami. Elang terlalu keras kepala dan bersikap sesuka hati. “Nggak waras kamu, Kak!” Kembali, Senja mendorong d.a.da Elang supaya menjauh darinya. Kali ini tindakannya berhasil. Pria itu langsung mun

