Pintu utama terbuka kasar. Seorang lelaki masuk dengan langkah gontai. Wajahnya penuh luka memar. Sudut bibirnya dihiasi robekan yang mengeluarkan sedikit darah. Yogas. Lelaki itu menghampiri meja makan dengan tubuh yang hilang keseimbangan. Ia hampir tersungkur ke meja andai Senja tidak berdiri dan menahannya. Bau alkohol dan rokok yang menyengat membuat Senja mengibas berulang kali. Ia menatap putra sambungnya dalam beberapa detik—memperhatikan penampilannya secara saksama. Berantakan. Kotor. Jaket yang dikenakan robek di bagian lengan. Beberapa titik di celana terdapat bekas darah yang sudah mulai kering. Mata Senja bergerak, beralih memandang suaminya yang diam. Namun, diamnya justru mengandung bahaya yang tidka bisa dijelaskan. Manik mata cokelat Baskara memaku putranya dalam beb

