Kepergian Baskara selama beberapa hari ke depan menimbulkan ketenangan sekaligus gelisah dalam satu waktu. Tenang karena ia tidak harus mendapat tekanan dari pria itu, gelisah karena Yogas terus-terusan mencari celah untuk menjebaknya. Pagi ini, menu sarapan tersaji komplit di atas meja. Senja menuangkan teh hangat tanpa gula, lalu menyesapnya sedikit. Tidak berselang lama, Yogas turun dengan penampilan yang lebih fresh. Lelaki itu menarik kursi dan duduk tepat di samping Senja. Tangannya langsung menggenggam ibu sambungnya untuk ditarik hingga tubuhnya jatuh ke pangkuan. Senja menjerit refleks karena rasa terkejut. Ia menatap berang ke arah Yogas yang dengan lancangnya melakukan itu. Perempuan tersebut langsung berdiri. Tapi, Yogas terlalu keras kepala. Ia kembali menarik Senja hingga

