Senja tergagap. Perempuan tersebut menghela napas panjang. Sentuhan Baskara membuatnya makin berkecamuk. Matanya terbuka perlahan. Senja beringsut, berharap tangan Baskara menyingkir dari tubuhnya. Sungguh, ia tidak nyaman dalam keadaan seperti ini. Sadar jika istrinya terbangun, Baskara akhirnya memberi jarak berbaringnya. Ia menyingkirkan tangan dari d.a.da sang istri. Senja berbalik. Posisinya kini berhadapan dengan suaminya. ia tersenyum canggung sambil mengeratkan piama yang kancing bagian atasnya terbuka. “Mau bicara apa, Mas?” Tatapan perempuan itu menghindar. Ia masih enggan beradu mata dengan Baskara yang sedari tadi menatapnya intens. “Selama ini, apa Yogas sering ganggu kamu?” Hening. Senja menggigit bibir bawahnya ketika tidak tahu harus menjawab bagaimana. Matan

