Manik hitam sekelam batu bara itu bertemu dengan tatapan Genevieve yang bengis. Seketika waktu makan siang Diavo berubah mencekam begitu sang siren mengganggunya. Instingnya kacau, seperti memberitahunya bahwa keadaan ini tidak baik. "Genevieve..." Diavo mendesis. "Aku punya hadiah." balas Genevieve dingin. Ia tidak membiarkan Diavo bicara lebih banyak. Bersamaan dengan kata-kata itu, tangan Genevieve yang belum kembali sempurna melempar seonggok daging besar yang masih segar kepada Diavo. Mata hitam itu mengikutinya, lalu terbelalak seketika begitu melihat dengan jelas daging apa itu. Tubuh tak bernyawa dari beruang kutub dan gurita raksaksa, dengan cairan merah yang masih mengalir dari lukanya yang menganga. Diavo mengeratkan giginya. "Mau apa kau dengan ini?" geramnya. Kebingungan

