Jejak basah berpasir tercipta dari pintu masuk. Mendekorasi lantai kayu buatan dari rumah pantai milik seseorang. Menuntun siapapun yang mengikutinya pasa sesosok gadis yang tengah meringkuk di bawah jendela. Sekujur tubuh gadis itu gemetaran hebat. Bahkan ujung kaki dan tangannya yang membiru karena dingin tidak lagi dipedulikannya. Begitu juga dengan rambut dan pakaiannya yang basah. Bibir yang luka tergigit menandakan bagimana ia begitu ketakutan dan terpukul. Marine, masih memegangi pergelangan kakinya yang berbekas cengkraman makhluk yang bukan manusia. "Hiks... Monster..." lirihnya tertahan. Menyuratkan ketakutan bagi siapapun yang mendengarnya. Pikiran Marine kacau. Berbagai penghakiman hasil khayalannya mulai menyerang. Ia bepikir jika semua orang menyerangnya padahal yang menye

