9

1842 Kata

Itu dia... orangnya. Guratan-guratan marah mulai mencuat di keningku. Mataku masih menatap tajam pintu itu dengan geramnya. Tak sadar, gemetar di kakiku hilang saat aku mulai beranjak dari kursi. Tidak peduli, aku tidak peduli jika karena begitu marah, wujudku yang sebenarnya mulai kembali. Aku akan menghampirinya. Aku akan membunuhnya. Beraninya menyentuh Marineku. Amarahku memanggil udara dingin masuk, memusnahkan kehangatan dalam rumah. Aku bangkit dan terus melangkah, tidak mempedulikan suara-suara yang keluar dari Marine karena panik. Kuku tajamku mulai mencuat kembali. Aku bisa marasakannya menancap dalam saat mengepalkan tangan. Tok tok tok! "Marine?" panggil suara itu dari balik pintu. Hanya membuatku semakin ingin memporak-porandakan tempat ini sekaligus wajah orang itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN