Cahaya satu-satunya disini hanyalah berasal dari mata Ocean. Setidaknya itu bisa memberitahuku posisinya sekarang. Tempatku duduk saat ini sangat licin dan berlendir, aku belum bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi sepertinya aku duduk di semacam lidah dari kerang ini. Aku bahkan tidak tahu dasar laut di bawah rumah pantai itu ada kerang raksasa. Kulihat disana Ocean memiringkan kepalanya tanpa berhenti menatapku. Tatapannya mengintimidasi. Aku dibuatnya tidak bisa berkutik. Tanganku semakin erat memeluk diriku sendiri yang gemetaran. Tiba-tiba kulihat cahaya matanya itu mendekat. Ocean bergerak. Aku panik sekali tetapi kakiku kini sudah tidak sejalan lagi dengan otakku. Kakiku justru tidak mau bergerak. Aku hanya bisa mundur, hingga tidak bisa lebih mundur lagi. "A-ah.. To-tolong... O-o

