"Ah, ketemu!" Aku menarik jubah Selkies milik Diavo yang waktu itu kurebut paksa dari bangkainya. Menyentuh ini membuatku teringat amarahku pada kaum selkies. Tak kusangka aku akan membutuhkan benda ini lagi. "Kau mau menjadi manusia lagi? Untuk apa kali ini, Gen?" Moray memergokiku. Nada bicaranya terdengar kesal. Kualihkan tatapanku padanya. Dahinya sudah mengerut dan dia menatapku penuh protes. "Aku kesal karena belakangan ini aku merasa aku ini bukan lagi sahabatmu melainkan pengasuhmu." keluhnya. Aku membalas dengan tatapan yang sama. Aku sedang malas berdebat sekarang. Semangatku benar-benar sedang menguasai karena Marine hampir menjadi Siren. "Moray, dengar. Ini sangat darurat! Marine sedikit lagi akan menjadi Siren dan aku tidak sabar dengan prosesnya! Aku hanya ingin ke penyi

