21

2539 Kata

Aku menatap matahari langsung dengan mataku. Sesuatu yang tidak bisa kulakukan dulu, saat aku masih manusia. Aku menatap matahari itu langsung tanpa bergerak sedikit pun, bahkan silau pun tidak kurasakan. Di sini, di atas karang curam, dimana Ocean membawaku. Aku yang sempat merindukan oksigen, alam di atas permukaan laut dan juga sinar matahari, sekarang bisa merasakan itu semua lagi. Kini tidak lagi temaram seperti di dalam kerang, aku bisa dengan jelas melihat wujudku sekarang. Sisik yang menutupi sebagian lengan, d**a dan perutku berkilau membias cahaya, membuat warnanya seperti pecahan beling-beling kecil dari cermin yang hancur. Kuku jariku tajam, meski tak sepanjang punya Ocean. Secara keseluruhan pun, dibanding Ocean tubuhku tetap lebih kecil darinya. Serta yang terutama dari se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN