"Chat siapa?" Pertanyaan itu membuat Ella mengangkat kepalanya. Dia tersenyum lalu menepuk tempat kosong di sebelahnya. Kakinya terayun ke depan dan belakang. Gadis itu terlihat sangat nyaman duduk di salah satu bangku santai taman. "Kak Nian," jawabnya singkat lalu kembali memberikan atensinya ke layar gawainya. Dia mengetik sesuatu di sana. Ryan hendak mengintip isi percakapan mereka, namun dia mengurungkan niatnya meskipun tahu jika Ella juga tidak akan keberatan jika dia ikutan nimbrung. Akan tetapi, setelah dia berpikir kembali, sebaiknya dia memberikan privasi kepada Ella. Dia pun membuka tutup botol minuman yang dia bawa dan meneguk isinya sejenak. Ella tersenyum sangat lebar. Melihatnya, membuat hati Ryan menghangat. Gadis kecil yang dia kenal dulu ini ternyata sudah besar. Di

