5.1 Di Sisi

1470 Kata

Ryan memainkan bulpen di tangannya. Sedari tadi dia teringat perkataan Danisha yang sangat memukulnya itu. Sebelum ini dia juga sudah sadar akan hal itu. Akan tetapi, saat mendengarkannya dari orang lain ternyata mampu membuatnya merasakan sensasi berat di dadanya. Bahkan beratnya berkali-kali lipat daripada saat dia menyadari hal itu untuk yang pertama kalinya. Dia pun mulai terlarut dalam pikirannya. Semua itu karena Nian. Lelaki itu yang membuatnya bisa membuka mata lebih luas bahwa semua yang ada di dunia ini tidaklah bisa bertahan lama. Dia masih ingat rasanya. Rasa keputusasaan yang dipadu dengan kesedihan lalu ditambah dengan taburan senyuman yang menyakitkan. Ryan menggenggam bulpen di tangannya. Otaknya mulai memutar banyak file-file memori dan mengaitkannya satu sama lain denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN