Bab 19. Bening 19

1047 Kata

“Dia sakit,,” suara Bening pelan dan parau. Ia berdiri di ambang pintu, menatap sendu ke arah Aria yang tergeletak di atas tempat tidur. Bu Dea izin pulang sebentar, sesaat setelah Bening datang. Rencananya Bening akan kembali bermalam di rumah sakit menemani sangat ayah. “Udah lama, sekitar dua tahun.” Walau Davin tidak. Bertanya, Bening ingin menceritakan sedikit penderitaan yang dirasakan Ayahnya. “Kamu masih ingat bagaimana dia waktu dulu, kan? Tegas, galak dan gagah.” Bening terkekeh pelan. “Lihat dia sekarang, lemah, kurus dan tidak berdaya. Begitulah siklus kehidupan.” Bening menghala lemah, menoleh ke arah Davin yang juga tengah menatap ke arahnya. “Aku lapar, kamu mau langsung pulang atau makan dulu?” tanya Bening. “Tapi jangan minta makan yang mahal, uangku nggak cukup.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN