Bab 20. Bening 20

983 Kata

Davin menatap gelisah ponselnya, beberapa menit lalu ia mengirim pesan pada kakaknya Mega, namun belum juga ada balasan. Mega ada di kamarnya, bisa saja ia mengetuk pintu langsung untuk bertemu, namun rasanya sedikit canggung bertamu di waktu seperti saat ini. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas, Davin tidak ingin mengganggu kakaknya yang mungkin saja tengah berduaan dengan suaminya. “Kak, sudah tidur?” Davin kembali mengirim pesan, berharap Mega segera membalas. Namun setelah lima belas menit berlaku pesannya tidak kunjung dibalas. Ia semakin gelisah. Ada kesempatan untuk menemui Bening malam ini, Bu Nia tengah bersama teman-teman sosialitanya di Villa Bogor, Davin bisa memanfaatkan momen dengan kembali ke rumah sakit, tempat Bening berada saat ini. Tapi sebelum itu, Davin ingin ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN