BAB 33

1633 Kata

“Andrew... apa yang mau kamu lakukan?” Ajeng melangkah mundur dan menjauh dari sisi Andrew. Namun, laki-laki itu tidak mau mendengarkan apa yang Ajeng katakan. Matanya sangat kosong. Tangannya dengan pelan dan pasti, membuka satu persatu kancing kemejanya. Apa yang sebenarnya ada di dalam otak laki-laki ini? *** POV Ajeng Aku cukup terkejut, saat menyadari ada seseorang yang menangkap tanganku ini. Dan yang lebih membuatku kaget adalah wajah laki-laki ini. Aku tidak tahu, bagaimana bisa dia tahu jika aku berada di sini. Sedangkan, Rendi tadi sempat mematikan panggilan telepon yang dia lakukan. “Andrew?” Aku pun menyebut nama laki-laki itu dalam keterkejutan yang sangat. Namun, dia tidak mengatakan apa pun juga. Tatapan matanya itu sangat dingin. Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN