“Aduh... kepalaku....” Aku baru saja terjaga dari tidur panjangku. Kepalaku ini terasa sangat berat. Mata pun masih sangat berat untuk dibuka. Namun, dengan sekuat tenaga. Aku tetap berusaha untuk bangun dari posisiku ini. “Ini....” Aku langsung mengamati ke sekeliling tempat aku berada saat ini. Aku tidak merasa asing sama sekali dengan tempat ini. Di mana, ini memang adalah tempat aku tinggal untuk beberapa bulan di kota asing ini. Tempat di mana sekarang menjadi kamar yang ditempati oleh Ajeng. “Aku... kenapa bisa di sini?” tanyaku sambil memegang kepalaku yang masih terasa nyeri. Kemudian, ingatan tentang semalam pun kembali terlintas. Aku sangat ingat saat melihat Farale yang memberikan tanda untuk segera menangkap diriku dari belakang. Aku juga masih sempat merasa dibawa oleh du

