Aku sudah membulatkan tekad ku. Aku akan tetap mencari Ajeng di malam hari yang dingin ini. Walau aku tahu, aku masih belum bisa menghadapi kegelapan seperti ini sebelumnya. Namun, aku tetap bertekad untuk mencari perempuan ini. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada dirinya. Karena, jika itu sampai terjadi. Aku lah yang menjadi salah satu penyebabnya. Aku berjalan dengan sangat cepat ke arah mobil yang sudah diparkirkan oleh penjaga hotel tadi. Sebelumnya, aku juga sempat menghampiri orang itu. Dan dia pun menyerahkan kunci mobil yang tadi sempat aku lemparkan ke arahnya. “Tin... tin....” bunyi kunci otomatis yang keluar dari mobilku saat aku mengarahkannya ke arahnya. Dengan sangat siap, aku membuka pintu mobil. Tanpa merasa ragu lagi, aku sudah siap membawa kendaraan roda empat ini melun

