Kami masih saling berdiam diri satu dengan lainnya. Tidak ada satu pun pertanyaan yang dijawab oleh laki-laki ini. Dia hanya terlihat termenung dan melamun saat mendekati tempat yang dia ajak ini. Apalagi setelah kami sampai di dalam. Dia semakin terlihat muram saja. Aku sendiri merasa tidak nyaman untuk jalan berdampingan dengannya. “Waaaa... indahnya....” teriakku saat masuk ke dalam sini. Meski, ini bukan pertama kalinya aku masuk ke sebuah akuarium raksasa. Setidaknya dengan begini, ada alasan bagiku untuk berjalan lebih menjauh dari laki-laki ini. Aku sengaja berlari ke sembarang tempat secara acak. Karena, aku memang tidak ada tujuan untuk datang ke tempat ini. Aku hanya ingin berusaha menjauh dari laki-laki yang sikapnya semakin aneh saja. “Setidaknya, ini masih tempat umum. Dia

