Jihan dan Alvin sampai di kediaman keluarga Jayanegara dengan perasaan yang sangat gugup. Sekalipun Jihan berusaha tetap kuat demi Alvin yang sudah tampak begitu murung tapi dalam hati terdalamnya ia pun sama, ia takut jika perkataan Baskara lagi-lagi mengguncang hubungan mereka. Padahal baru beberapa kali ia berhadapan dengan Baskara, tapi ia sudah begitu takut. Bagaimana Alvin yang sudah menghadapi Baskara seumur hidupnya? Pasti berat, setidaknya itu yang bisa ia simpulkan. Jihan dan Alvin di sambut oleh keluarga utuh Jayanegara. Tanpa ada dua orang kepercayaan Baskara yang di anggap sebagai pemantik api dalam masalah keluarga mereka. “Duduk ... minum sayang. Makan juga sesuat. Pasti kalian lelah bukan berkendara di tengah macet.” Ujar Elina diiringi dengan senyuman lebar dengan

