“Baru juga kita omongin.” Ujar Dania begitu Dafi muncul lalu duduk di sampingnya. Menyambut lelaki itu dengan senyuman tipis. “Darimana aja Bang weekend gini baru muncul?” Dafi mengulas senyumannya seraya mengambil minuman Dania, meminumnya tanpa permisi. Setelah itu barulah Dafi menjawab pertanyaan Dania. “Biasa. Aku masih garap beberapa persiapan buat penelitian nanti. Kenapa? Kangen ya?” Dania memutar bola mata, malas. “Siapa? Kepedean banget ya. Adanya kamu Bang yang kangen.” Dafi terkekeh lagi seraya mengusak kepala Dania. “Bener, kangen banget. Kangen di omelin gara-gara lupa makan.” Melihat pemandangan itu Bastian menghela nafas panjang kemudian mengalihkan pandangan ke arah Laura yang duduk di sampingnya dengan tenang. “Kok kalian bisa bareng?” tanya Bastian.

