Alvin memelankan langkahnya ketika keluar dari area auditorium tempat para seluruh mahasiswa baru berada. Semua orang yang ia lewati dan melewatinya menyapa, membuat Alvin terus menerus memberikan sapaan kembali seraya tersenyum tipis, membuat semua orang semakin terpesona bahkan ada dengan jelas tersipu malu. “Gak salah ya kita pilih PRESMA, semua orang bener-bener terpesona kayaknya.” Sindir Bastian yang membuatnya terkekeh kemudian menoleh ke belakang, bermaksud menanggapi ucapan Bastian. Tapi yang ia dapatkan adalah Jihan yang tengah menatapnya dingin dengan kedua tangan berlipat di d**a, sementara Bastian ada di belakang Jihan, tengah menyeringai, tersenyum puas setelah melihatnya mati kutu. “Jihan.” “Apa? Lanjutin aja. Sana.” Alvin melangkah maju. Tapi Jihan mundur seba

