“Kita harus membuat image Pak Baskara benar-benar baik. Dan satu-satunya yang akan memperbaiki image Pak Baskara adalah pernikahan antara Pak Alvin dan Bu Jihan.” . . . Jihan termenung, ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan menjadi sekacau ini. Menikah hanya untuk mengembalikan image orang lain, hanya untuk membuat Baskara terlihat baik dimata orang lain, dan hanya untuk sebuah pengakuan publik. Hati Jihan terluka. Sungguh, hingga mulutnya bahkan tidak bisa mengatakan apapun. Ketika kalimat itu terdengar oleh telinga, hatinya tergores, tersayat, sakit. Bukan karena ia tak ingin menikah dengan Alvin, tapi karena cara yang mereka lakukan. Tidak bisakah Baskara meminta mereka menikah dengan benar? Atau ... meminta menggunakan alasan lain agar tidak melukai hatinya. Ya

