Jihan meringkuk dengan memejamkan kedua mata, berpikir, mencari solusi terbaik agar ia bisa memecahkan masalah yang ia hadapi. Ia sadar, pernikahannya dengan Alvin adalah sesuatu yang mutlak. Tapi ijin dari ibunya pun satu hal yang harus mereka dapatkan. Bagaimana caranya ia meminta ijin pada ibunya? Sungguh ... ia sangat takut ibunya tahu tentang semua yang sedang terjadi. Ia takut jika pada akhirnya ia akan dipisahkan dari Alvin. Jihan membuka matanya, lalu menoleh ke arah kanannya ketika merasakan ranjang yang ia tiduri bergoyang. Saat menyadari keberadaan Laura, seketika ia bangun kemudian memeluk erat gadis itu kemudian menangis kembali. Saat ini hanya Laura yang akan mengerti keadaannya, hanya Laura seseorang yang tak perlu ia hindari dan hanya Laura tempat yang bisa ia jadikan

