Jihan terjaga. Ia menggeliat sesaat seraya membuka matanya perlahan. Tak lama setelah itu ia tersenyum kecil, lalu merebahkan kepala di atas kedua tangannya. Berbaring miring ke arah kanan, menatap pahatan tampan yang Tuhan ciptakan dengan begitu sempurna. senyumannya terbentuk, saat melihat Alvin yang tersenyum bahkan dalam tidurnya. Bibir Alvin tersungging senyuman kecil, rona di wajahnya pun tampak jelas. Tampak sangat bahagia walaupun dalam keadaan terlelap. Jihan mendekat, merebahkan kepala di bahu Alvin. Sementara itu tangan kirinya terangkat membelai wajah Alvin, menyusuri setiap lekuk wajah kekasihnya itu dengan ujung jarinya. Alvin, lelaki tampan yang mampu meluluhkan hatinya yang begitu keras, lelaki yang mampu menghangatkan hatinya yang dingin dan menumbuhkan bunga dipadang

