24. Isi Hati Alvin

1847 Kata

Dafi melangkahkan kakinya memasuki sebuah restoran, kepalanya menoleh ke kanan kemudian berjalan ke arah seorang gadis yang tengah membaca buku menu di salah satu meja tepat di tengah restoran tersebut.   “Ra.”   Gadis itu, Laura. Dia mendongak kemudian tersenyum tipis. “Duduk Daf, pesen sesuatu dulu.” Ujar Laura seraya memberikan buku menu lainnya.   Dafi menghembuskan nafas seraya membasahi bibir. Sejujurnya ia datang bukan untuk menghabiskan waktu dengan makan siang, akan tetapi maksudnya datang hanyalah ingin bertanya tentang satu dan berbagai hal pada gadis dihadapannya ini.   “Seenggaknya kalo lo butuh bantuan gue, lo temenin gye makan siang Daf. Impaskan?” ujar Laura yang membuatnya menghela nafas panjang.   “Samain aja.”   Laura mengangguk kecil kemudian memanggil seora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN