Metode - Dua Puluh Enam

1404 Kata

  Kebahagiaan mana lagi yang kuharapkan? Sementara kamu adalah sumber dari senyumku.  | Malam hari yang ditemani hujan, rintikannya yang menghentakkan ke bumi serta potret alam-kilatan petir yang menakutkan bagi siapapun karena senam jantung. Rajendra yang kini tertidur dalam dekapan sang ibu, beberapa menit yang lalu ia menangis dan mungkin ia lelah hingga membuatnya terlelap dengan nyenyak.  Demian yang baru saja keluar dari kamar mandi itu langsung menatap Mayyada yang memperhatikan wajah damai Rajendra. Demian tersenyum. "Anakku ganteng ya, May?" ujar Demian. Tanpa sadar Mayyada mengangguk, ia tidak mengoreksi kalimat yang terlontar Demian barusan. "Kamu emang nggak salah pilih suami." Demian melangkah mendekati Mayyada yang duduk di pinggir ranjang. "Jadi bisa memperbaiki keturu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN