"Siapa?" tanya Chandra saat Mayyada duduk di sofa ruang keluarga dengan Bima yang masih menempel padanya, tumben. Entahlah, ada apa dengan Bima? Padahal biasanya bikin gara-gara, lah ... ini malah manja. "Astaga, Abang! Adik sendiri lupa," kata Mayyada gemas dengan nada tinggi membuat Bima terusik. "Aunty berisik." "Itu tadi siapa, Markonah?" Chandra gemas dengan adik bungsunya. "Oh ... Kak Demian, maksud Kak Chandra?" "Oh jadi Demian namanya, siapa kamu?" "Bang, kok lo lupa lagi sih? Gue adik lo," kata Mayyada lagi langsung dibungkam oleh tangan mungil—Bima. Chandra menoyor adiknya dengan gemas. “Demian itu siapa kamu?” Mayyada mengerucutkan bibirnya. “Ngomong yang jelas, dong.” "Males lama-lama ngomong sama lo, kayak ngajak ngomong sama radio tau!" Lalu dia beranjak pergi. Me

