"Apa ini, Ustaz?" tanya Syifa saat Baihaqi menyodorkan kotak kecil kepadanya. Bakda Magrib, Baihaqi ditemani Marlina sowan ke rumah Kiai Iskandar untuk membahas rencana pernikahan. "Itu adalah cincin pernikahan milik Ibu yang diberikan padaku untuk mahar pernikahan kita, Dek. Maaf, kalau aku belum bisa membelikan sendiri yang baru untukmu, tetapi aku janji, jika sudah ada rezeki, insya Allah aku akan membelikannya untukmu," jawab Baihaqi. Syifa menoleh ke arah Kiai Iskandar dan Umi Fadillah seolah meminta pendapat keduanya. Syifa mengambil kotak itu setelah kedua orang tuanya memberikan isyarat dengan anggukan kepala. Gadis itu membuka kotak kecil pemberian Baihaqi dan terkegum dengan keindahan cincin yang ada di dalamnya. "Cincin itu pemberian almarhum ayah saya. Sekarang ibu ingin me

