Bab 45-Pisah Kamar

1263 Kata

"Apa? Mas apa semua itu benar?" tanya Ana dengan suara bergetar. Kedua matanya sudah penuh dengan kristal bening yang meleleh membasahi pipinya. Furqon tidak menjawab apa-apa selain hanya menganggukkan kepala. Namun, hal itu sudah cukup membuat kedua kaki Ana melemas. Tubuhnya ambruk dan dengan sigap Furqon menangkapnya. "Kamu jahat, Mas. Kamu tega. Aku benci sama kamu, aku benciiiiii!" teriak Ana sembari memukul d**a suaminya. "Ana ... Ana ... ada apa? Kamu kenapa, Sayang?" tanya Furqon sembari menepuk kedua pipi Ana membuat wanita itu membuka mata dengan napas ngos-ngosan. "Minum dulu, Sayang. Tenangkan diri kamu. Tarik napas," ucap Furqon lagi sembari meraih gelas berisi air putih di nakas, lalu memberikannya pada sang istri. Ana yang kesadarannya belum terkumpul sempurna memandang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN