Bab 18-Menyerah

1316 Kata

"Ana, ada apa?" Dewa semakin frustasi. Baru kali ini seorang Dewangga Pratama Putra mendapat penolakan dari seorang gadis. Hal itu jelas membuatnya tersinggung. Biasanya dia selalu dikejar-kejar wanita. Belum pernah ada seorang wanita pun yang menolak pesonanya, apalagi menolak ciumannya. "Maaf, Dewa. Gue harus kembali ke pesantren." Ana membuka pintu mobil dan berniat turun. Entah kenapa saat Dewa hendak menciumnya, gadis itu malah merasa bersalah terhadap Furqon. Meskipun nol dalam ilmu agama, tetapi Ana tahu apa yang dilakukannya saat ini adalah sebuah dosa besar. "Tunggu, Ana!" Dewa mencekal pergelangan tangan Ana, hingga gadis itu urung turun dari mobil. "Beri gue satu alasan, kenapa lo nolak gue?" Ana terdiam. Sebenarnya dia ingin mengatakan pada Dewa kalau saat ini dia sudah meni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN