Suara azan Duhur berkumandang merdu dari masjid Baitul Falah. Perlahan Furqon memundurkan tubuh Ana yang kini sudah menempel tanpa jarak dengannya. Meski jujur, jantung ustaz tampan itu sempat melompat mendapati tingkah agresif istri piyiknya itu. Furqon berpikir bahwa apa yang dilakukan Ana itu hanya emosi sesaat, karena sebenarnya gadis itu ingin mengakhiri pernikahan ini. Namun, Furqon tidak ingin terpancing emosi. Ustaz tampan itu teringat pesan Abahnya dan bagaimana Prabu Wijaya mempercayakan Ana kepadanya. Sebagai lelaki normal, Furqon jelas tidak menampik pesona Ana. Namun, jika dia harus menceraikan Ana setelahnya, tentu saja itu bukan keputuan yang main-main. Walau sebenarnya putra Kiai Iskandar itu sudah lelah dan kehabisan stok kesabaran. "Pakai kembali bajumu, Ana. Kita sala

