Chapter 106

1701 Kata

Teriknya matahari mulai menyusup meninggalkan cakrawala. Mata Venia mengerjap masih tampak enggan beranjak dari perpaduan, ia menggerakkan tubuh yang masih hangat bergerumul dalam selimut. Wajah begitu damai saat bermimpi berlari-lari ke sana dan kemari. Ada David di sana, dia dengan tampan menunggu dan menatap dirinya. Rona wajahnya begitu bahagia, ah, pipi Venia bersemu, kedua tangannya bergerak menutupi wajahnya sendiri. Saat menyadari tingkahnya sendiri. Ini untuk pertama kali ia merasakan mimpi bersama dengan David, itu sukses memunculkan getaran yang menjalar dari dasar harinya. Venia sedang merasakan hatinya berdebar-debar. Dan ini adalah untuk yang pertama kalinya. Aneh bukan? Hal itu tak pernah ia rasakan sebelumnya. Kemudian detik berikutnya netra gadis itu terbuka sepen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN