Chapter 107

2019 Kata

Di dalam kamar di sudut rumah besar itu keduanya tampak diam. Duduk dalam kegelapan, hanya sorot dari kaca jendela menjadi penerang satu-satunya. Mereka sambil menyandarkan punggungnya masing-masing ke dinding. Pikiran pun tak tentu arah kini. Tatapan Venia nanar, meskipun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas akan tetapi David mengerti bahwa Venia kini sedang sedih. Sudah hampir lima belas menit lamanya mereka berada di sana, tapi tidak keluar satu patah katapun dari bibir merah muda itu. "Apa kau kurang sehat, Venia? Kau baik-baik saja, kan?" tanya David mengerutkan kening menatap perempuan itu khawatir. Venia menggeleng ragu. Ingin dia mengatakan Jika baik-baik saja, tapi kenyataannya dia sedang tidak baik saat ini. Bayangan wajah adiknya entah kenapa selalu berkelebat di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN