Derap kaki menggema menuju ke arahnya, suara berbincang pun semakin mendekat saat Venia hampir saja lengah kerana hanyut di dalam lamunannya. Gadis itu seketika merangkak naik untuk berlindung di balik pintu. Menahan napas beberapa saat sambil berdiri waspada. Suara dua orang pria itu kian mendekat, Venia benar-benar takut kini, dadanya bergetar jantungnya berdetak tak karuan. Sambil mengigit bibir bawahnya ia berusaha menahan kegugpan sekuat mungkin supaya tidak mengeluarkan suara. “Sepertinya ruangan ini akan menjadi ruangan yang amat sangat aman. Kita bisa bebas di sini,” ucap salah satu orang pria. “Apa kau yakin, tidak akan ada yang datang ke mari?” tanya pria lainya. “Kau terlalu takut, Patter, kita akan aman di dalam sini, biarkan mereka sibuk menjadi dua orang itu. Tugas

