“Tunggu.” Suara Senna menghentikan David, membuat Venia menoleh sambil mengerutkan dahi. Senna melerai mereka berdua, apakah itu dia masih berpihak pada Darius. Apa mungkin yang baru saja dia katakan ketika berjalan ke mari adalah bohong semata? Wanita itu berjalan cepat menunduk berjongkok di samping Rover sambil memajukan satu tangannya untuk mencegah David. “Kalian harus mendengarkan aku dulu, Tuan Rover tidak seperti apa yang kalian pikir!” Senna mempertegas suaranya. Kemudian membantu Rover untuk beranjak bangun, entah kenapa Senna yang cenderung marah pada David dan Venia melihat bosnya itu dianiaya. Sedangkan Rover memiringkan wajah menatap mereka berdua secara bergantian sambil memegang pipinya terdapat warna biru keungu-unguan. “Senna, untuk kesekian kalinya kau menghian

