Chapter 89

1502 Kata

Sebenarnya David merasa lelah saat melihat arah hutan sebelah timur. Ia sambil berkacak pinggang seperti ingin mengambil ancang-ancang itu beberapa kali melakukan tarikan napas dalam. Mengingat bagaimana sulitnya jalan yang dia lalui sebelumnya saja seperti itu. Tidak menutup kemungkinan bahwa melewati jalur satu lagi akan terlebih sulit. Lagi pula, entah apa alasan paman Jovan memberi petunjuk jalan yang salah. Sehingga harus membuatnya bekerja dua kali lipat untuk sampai ke kota. David malatih otot-ototnya saat akan memulai perjalanan. Memutar badannya ke kanan dan kiri seiring tangang berada di pinggang. Ia berlari kecil di tempat guna melatih otot kaki. Setelah beberapa waktu kemudian ia berjalan menaiki sebuah tanjakan pendek setengah badannya. “Tuan berhenti….” Belum juga sepen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN