Di halaman rumah itu seketika ramai seperti pasar. Anak buah Darius sebagian besar berada di luar, sepertinya atas perintah bosnya itu. Mereka semua bergerombol dengan tatapan tajam menyorot ke satu arah titik yaitu, di mana David dan Aron berdiri. David menyipitkan mata menatap balik. Soal jumlah sudah jelas mereka berenam akan pasti kalah dibanding dengan puluhan orang. Tapi David dan Aron sudah sepakat untuk maju apa pun konsekuensinya. Benar saja mereka tidak mengatakan apa-apa, akan tetapi David yakin pasti di balik itu ada sebuah rencana yang tersusun rapi tanpa diduga-duga. “Tugas kita adalah melakukan penyelidikkan di rumah ini. Aku tahu ini bukan untuk pertama kalinya, tim kita datang. tapi aku yakin, kita kembali pasti bisa menemukan bukti-bukti,” ucap Aron para anak buanya

