Keheningan begitu menyelimuti ruangan. Membuat suasana udara di dalam sana terasa panas, aura kemerahan terpancar dari wajah kedua pria yang sedang berdiri berhadapan itu. Meski pun mereka bicara dengan perlahan, tetapi Venia bisa mendengar dengan jelas. Namun ia berpura-pura menjadi tuli seolah tidak mendengar apa pun. Di wajah keduanya tak terlihat kekhawatiran sama sekali jika sewaktu-waktu ada orang yang mendengarnya. Mungkin karena mereka menganggap Venia sudah terkurung di dalam sana tidak akan bisa berbuat apa-apa. Darius hanya menarik sudut bibirnya untuk merespon ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Rover. Mereka sedang menertawakan kenonyolan seseorang yang membuat Venia merasa tak terimaa sebab itu adalah nama-nama orang yang sanagat dia kenal. Yaitu David dan seorang pri

