Venia makan diiringi dengan perasaan kesal yang dipendam dalam dadanya. Gadis yang kini sedang duduk di atas lantai memegang piring itu sudah selayaknya seekor piaraan. Sesekali melirik pada Darius yang tampak senang dengan apa yang menjadi pandangannya. Dasar, pria suka ingkar janji! Venia merasa lelah dengan janji Darius, sudah berbagai macam permintaannya dia turuti. Termasuk membongkar apa yang akan menjadi tujuan dirinya selama ini. Benar saja, selain alasan itu ada pula alasan lainnya, yaitu ingin menyelamatkan harga dirinya malam itu. Ketika saat pertama kali semua orang di dalam rumah ini mengetahui kalau dirinya tidaklah tuna wicara. Yaitu pada saat Darius mencoba untuk memilikinya, Venia sudah hampir kehilangan akal dilanda ketakutannya. Kalau saja, David tidak memberikan

