Chapter 96

1303 Kata

Sebuah dress berwarna hitam panjang selutut. Bagian atas lengan terbuka melekat di tubuh Venia begitu pas. Gadis itu menyisir rambut pendeknya di depan cermin seiring tatapan kosong sembari memikirkan apa yang baru saja dia mimpikan. Bagaimana bisa Kania tiba-tiba muncul di dalam mimpinya. Pasalnya, sebelumnya tidak pernah sekali pun, walaupun dia berharap. Hal itu tentu saja tidak bisa membuat ingatan dalam mimpinya itu menghilang begitu saja hanya dengan satu kali tarikan napas, atau berulangkali. Bukan senang, tapi justru dia merasa ada yang mengganjal dalam relung hatinya. Ingatan wajah Kania yang begitu ketakutan membuatnya kini merasa khawatir. "Siapa lelaki itu, kenapa dia begitu mirip dengan Rover? Tapi... ada yang berbeda dengan gesture tubuhnya." Venia bergumam sendiri di d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN