Bab 48

1120 Kata

*** "Apa, mau marah?" Dengan nada menantang Maira menatap ke arah Renjuna dengan kesal. Mengingat bagaimana dia yang dituduh menjadi pecinta sesama jenis saja sudah membuat Maira ingin marah. Lalu sekarang Renjuna mau membela? Oh jangan harap! Maira tidak akan pernah memaafkan Renjuna dan memilih untuk pergi saja dari rumah. Meski rencana untuk pergi dari rumah sudah Maira siapkan, justru alasan Maira pergi malah berada jauh dari ekspetasi Maira. Dimana Renjuna tidak mengatakan apapun soal kejadian kemarin. Seolah-olah Renjuna tidak pernah melihat kejadian yang menghebohkan satu rumah. "Kamu terlalu suudzon, lebih baik banyakin husnudzan. Berprasangka baik, apalagi kepada suami kamu." "Mau berperasangka baik tapi ekspresinya ngajak emosi. Sekali-kali lembut gitu, jangan galak terus.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN