Bab 47

1080 Kata

Masalah tidak selesai sampai di sana. Karena Maira malah tersenyum dan merangkul Titin lalu memberikannya kedipan mata. Umi sudah mau pingsan melihat kelakuan Maira. Sementara Titin menggeleng pelan dan terkekeh harus terlibat dalam sandiwara ini, dimana melihat Ekspresi mereka terutama Gus Renjuna yang kini mengisyaratkan Titin agar pergi dulu. "Kenapa kalian begitu terkejut? Oh iya, Abah Kiyai kenalkan ini Titin dia itu sudah saya anggap sebagai adik sendiri. Jadi bukan yang orang-orang anggap saya sebagai seorang sesuka sesama jenis." Maira menjelaskan dan mengenalkan Titin dengan santainya kepada keluarga kiyai Salim. Abah diam-diam menahan senyumnya. Padahal Renjuna dan Umi sudah keringat dingin. Mereka bukannya tidak percaya, namun tidak ingin membuat beritanya semakin lebar. "T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN