Maira merinding sendiri ketika mendengar permintaan maaf dari Renjuna. Bahkan pria itu tidak mau membiarkan Maira pergi sebelum Maira memaafkannya. Pria yang begitu bertanggung jawab, Maira bahkan dapatkan dengan mudah. Betapa beruntungnya dia, Maira ingat benar dia sering mengeluhkan nasib, tapi ternyata Allah begitu baik mempertemukan Maira dengan Renjuna. Maira kembali lagi ke kamar karena membawakan Renjuna beberapa camilan agar dia tidak begitu kelaparan. Ketika membuka pintu kamar, Maira bisa melihat Renjuna yang saat ini tengah terlelap hanya dengan berbalut selimut. Maira menghela nafas, perasaannya mendadak gelisah hanya karena Renjuna sedang sakit sekarang. Setelah memastikan Renjuna terlelap, Maira segera menaikkan selimut untuk menutup tubuhnya sampai dengan atas. Lalu me

