Malam Tahun Baru

1161 Kata
????? ??????? ???????? ?? ⬇️⬇️ ⬇️⬇️ Wajah Ciara sore ini benar-benar jauh dari kata bahagia, biasanya menyambut akhir tahun seperti ini wajah cantik gadis itu selalu semringah Sekarang Ciara sedang berjalan-jalan di salah satu mall terbesar yang ada di kota jakarta, sekadar menghilangkan rasa penat di hatinya Pagi tadi ia mendapat kabar dari papahnya, bahwa Danu tidak bisa merayakan malam tahun baru bersama Ciara seperti Tahun-tahun sebelumnya, pria tua itu sedang berada di Singapura, melakukan pertemuan dengan rekan bisnis pentingnya sekaligus merayakan tahun baru Awalnya Ciara tidak menjadikan itu hal yang serius, karena menurutnya, Memang seperti itu Danu papahnya, ia sangat super sibuk dengan pekerjaannya. Jauh sebelum ia menjadi seorang duda seperti sekarang, ia juga sangat susah mempunyai waktu bersama keluarga kecilnya Ciara pikir, malam tahun baru ini ia bisa merayakannya bersama keluarga kecil. Mamahnya yang ada di bandung, tetapi juga tidak bisa, karena listi Mamah Ciara sedang berada di Surabaya, kediaman orang tua Nando ayah tiri Ciara Saat berbicara di sambungan telepon siang tadi, Listi sudah menyuruh Ciara untuk menyusul mereka di Surabaya. Tetapi Ciara menolak, ia mengatakan kalau dirinya sudah memiliki acara bersama Jasmine, meskipun kenyataannya ia sedang berbohong pada Mamahnya Jus Alpukat yang sudah tidak kental itu berkali-kali Diaduk dengan sedotan yang terbuat dari bahan pelastik oleh pemiliknya Ciara begitu merasa sendiri di tengah keramian, ia begitu mengasihani nasib hidupnya, meskipun terlahir menjadi gadis cantik yang begitu disukai banyak orang terutama dikalangan laki-laki, pintar dalam hal akademik, gadis mandiri uang tidak pernah merepotkan siapapun, plus menjadi seorang anak dari pembisnis kaya raya tidak membuat kehidupan Ciara begitu sempurna, seperti yang diliat oleh orang lain Ciara tersenyum getir disela pikirannya yang melayang ntah kemana, ia begitu merayakan dirinya sendiri Triiing "Hallo Jas, kenapa" "Malam lo kerumah ya ra, ini perintah umi yang tidak bisa dibantah" Setelah menyampaikan kalimat perintah tersebut sambungan panggilan terputus, Ciara menatap nanar pada layar ponselnya yang masih menyala Ciara bahkan belum mengatakan hal apapun pada sahabatnya itu, tapi lihatlah betapa kuat kontak batin mereka Tanpa ingin membuang waktu terlalu lama lagi, Ciara beranjak dari tempat duduknya, ia harus membawa sesuatu ke rumah Jasmine, terlebih nanti malam adalah malam tahun baru, ia harus membawa sesuatu untuk Manda, umi Jasmine, meskipun beliau tidak sedang ulang tahun untuk diberikan hadiah Ciara berjalan-jalan mengitari mall untuk mencari hadiah apa yang cocok ia berikan pada umi sahabatnya itu, sampai pilihan Ciara jatuh pada salah satu toko yang berisikan barang-barang mahal dan pastinya terdapat barang yang stoknya sangat terbatas dengan harga selangit ** "Kok bawa-bawa hadiah segala si ra, Umi kan cuman nyuruh kamu datang kerumah, bukan malah gini Ciara" Manda yang baru saja menerima hadiah yang Ciara beli sore tadi malah mendumel, perkara sahabat anaknya itu begitu royal padanya Lihat saja sekarang ini, hadiah yang ia beli dengan harga fantastis membuat orang lain geleng kepala "Ini kan mahal banget Ciaraa, kamu ini jangan boros-boros dong naak" Lagi-lagi umi protes dengan apa yang ia lihat Tas branded yang dikeluarkan hanya beberapa barang dari brand dan model sesuai dengan warna kesukaan Manda yang sudah Ciara pilihkan untuk Umi tersayang sahabatnya itu "Gapapa umi, do'ain aja semoga papa Ciara tetap kaya raya, biar Ciara selalu punya uang" Jawab Ciara membuat orang yang mendengar perkataan randomnya tertawa termasuk Berahim, Manda dan Jasmine Ciara sampai di rumah Jasmine pukul delapan malam kurang lima menit, Ciara pikir hanya ada ia dan keluarga Papah Berahim saja, ternyata juga ada Tante dan om Jasmine yang juga baru saja tiba Waktu terus berjalan sesuai dengan porosnya, tetapi Ciara juga belum melihat istri Rehan sejak tadi. Erina "Re, Istri kamu belum pulang juga" Seakan alam begitu mengerti apa yang sedang Ciara pikirkan, ia sudah mendengar pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Jasmine sejak tadi "belum tante, udah aku telpon tapi gak nyambung-nyambung dari tadi, kemungkinan Erina lagi ada lembur" "Duuh, kamu ini gimana si Rehan, pekerjaan mapan masa istri kamu biarin kerja sampai malam begini si, yang ada kamunya gak terurus sama dia" "Rehan gak papa kok tante, lagian semuanya udah kita sepakati sejak awal menikah" "Alah, semua itu tergantung kamu Re, kalau kamu tegas sama istrimu pasti Erina udah ikut bergabung di sini bareng kita" Kali ini bukan Renata, tante Rehan yang berbicara, melainkan uminya yang ikut menimpali pembicaraan tante dan keponakannya itu Bukan umi membenci Erina sebagai menantunya yang terjun di dunia model dengan style pakaian yang mungkin Erina tampilkan hampir telanjang, tetapi ini antara kewajiban Erina yang semakin hari semakin melenceng menurut pandangan umi Rehan Rehan yang sudah diserang oleh dua wanita kakak beradik itu memilih diam, malas jika sudah beradu argumen terlebih dengan umi dan tantenya ini, yang satu sumbu dan yang satu adalah korek api, bisa-bisa ia akan terbakar nantinya Rehan memilih bergabung dengan Jasmine, papahnya, dan Bobi suami tantenya yang sedang memanggang beberapa sosis, ayam dan lain-lainnya, di sana juga ada Ciara yang suda berganti pakaian Ciara memilih kaos putih tulang yang dipadukan celana joger dengan warna yang senada, ini terlihat jauh lebih santai dibandingkan sebelumnya saat Ciara baru saja tiba di rumah Jasmine Malam tahun baru ini tidak terlalu buruk untuk Gadis yang selalu merasakan sendiri di kala ia sedang berada di keramaian Ciara begitu senang dengan acara kecil-kecilan yang dibuat oleh Umi dan papah Jasmine, terlebih mereka sudah suka rela mengundang Ciara yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan mereka Canda tawa yang begitu Ciara impikan sejak dulu pada keluarganya selalu ia dapatkan dari keluarga Jasmine, Ciara tidak mempermasalahkan hal itu apa lagi menyalahkan takdir Ia cukup senang sekali berada di lingkungan keluarga ini, terlebih ia bisa bersama orang ia cintai secara diam-diam, melihat Rehan yang begitu akrab dengan Oomnya membuat Ciara mencuri-curi pandang pada laki-laki dewasa yang sudah memiliki istri itu Seakan malam semakin larut, tak terasa mereka sudah di ujung acara, Ternyata Rehan sudah membeli beberapa kembang api untuk sekadar meramaikan di malam tahun baru ini, terlebih ada Aleta dan Aleya yang masih berusia delapan tahun, anak kembar tante dan om Rehan Dua gadis kecil itu begitu gembira bahkan berteriak kesenangan saat kembang api sudah dinyalakan oleh Rehan, letupan yang melambung ke atas langit dan memperlihatkan keindahan tampilannya membuat beberapa orang dewasa disana juga ikut bertepuk tangan, mereka begitu gembira Lain dari itu, tepat di jam 00.00 waktu Indonesia Ciara malah melangitkan permohonannya di dalam hati, ia meminta pada Tuhan kalau ia ingin dicintai dengan orang yang ia cintai, ia ingin bersama dengan orang yang ada di hadapannya saat ini, laki-laki yang jarang sekali memperlihatkan senyum manisnya di hadapan Ciara Terdengar sangat egois sekali atas permintaannya pada Tuhan kali ini, Ciara sadar betul kalau permohonannya itu tidak akan pernah menjadi kenyataan, Ciara tidak lupa kalau Rehan sudah mempunyai Erina istri kesayangannya, tapi biarlah, itu hanya keinginannya yang bertahun-tahun selalu Ciara hayalkan menjadi kenyataan *** Makasih untuk kalian yang udah baca cerita aku, tapi kalau aku boleh minta, kalian klik vote di pojok kiri bawah yaa suport kalian itu sangat berarti bagi aku, kalau diibaratkan, vote,komen dan follow kalian itu vitamin C untuk aku update ceritaa Hihihi Makasih semuanyaa??? 22.25
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN