Kita tidak pernah tahu, dengan siapa kita akan jatuh cinta. Semua hal yang ada di dunia, menjadi misteri tanpa kita tahu. Takdir yang buruk ataupun baik, pasti akan kita lalui seiring berjalan nya waktu. Seperti hal nya Jasmin saat ini, ia tidak bisa menepis rasa yang ada di dalam hati nya. Sejak Pandu selalu ada untuk diri nya, Jasmin mulai merasakan hal yang pernah ia rasakan dahulu. Walaupun ia masih belum mengungkap kan perasaan nya, tapi Jasmin mulai bersikap lunak pada Pandu. Tidak ada suara ketus dan wajah judes. Sekarang, Jasmin sudah tampak lebih lembut pada pria yang pernah ia benci itu. "Apa sakit?" Tanya Pandu sambil mengoleskan obat di kening Jasmin. Ada sedikit luka bekas goresan. Dan di ujung bibir nya pun mengeluarkan sedikit darah. "Tidak. Ini belum seberapa. Aku perna

