Dengan jantung yang berdegup tidak karuan, Pandu mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Hal yang tidak pernah ia lakukan selama ini. Wajah Jasmin terus saja terngiang-ngiang. Ia takut sekali terjadi sesuatu pada gadis itu. Pandu akui, ia mulai ada rasa pada gadis itu. Walaupun dulu Jasmin sangat cerewet dan menyebalkan, tapi Jasmin begitu peduli pada nya. Terlepas dari pekerjaan nya sebagai seorang sekretaris, Jasmin sudah sangat membantu Pandu untuk menjadikan nya pria matang dan dewasa. Pandu yang dulu memiliki trauma yang tidak bisa ia lupakan, kembali normal sejak Jasmin datang ke kehidupan nya. Walaupun sesekali ia juga merasa kesal dengan apa yang dilakukan Jasmin pada nya. "Jasmin, aku mohon bertahan lah. Tunggu aku." Pandu berharap Jasmin masih bisa bertahan. Ia tahu b

