Setelah maghrib, Keinara sudah bersiap dengan pakaian rapinya. Sang Bunda yang melintas di depan kamar Keinara yang terbuka pun penasaran. Sita berjalan mendekati pintu. "Mau kemana, Kei? Rapi amat?" tanya Sita. "Emm, mau BBQan, Bun. Di rumahnya Riyan, anak baru itu." jawab Keinara santai. Masih berdiri di depan cermin, mengoles bibirnya dengan gincu warna merah muda. "Sama siapa aja? Ramai-ramai kan?" telisik Sita. Sepertinya Sita agak khawatir, jangan-jangan ini cuma alasan Keinara untuk bisa bertemu dengan Zaky. "Sama anak-anak lah, Bun. Atau Bunda mau ikut sekalian? Ayok kalau mau, he he." gurau Keinara. Ia berjalan mengambil tas selempang mininya yang tergantung di cantelan tembok. Kemudian berjalan mendekati pintu. "Masak Bunda suduh main sama anak-anak kecil gini sih. Ma

