Malam begitu dingin. Zaky masih berusaha meredam perihnya sendirian. Melupakan Keinara bukanlah hal yang mudah baginya. Semuanya butuh waktu dan proses. "Dari kemarin aku kirim pesan ke Kei nggak satupun di balas, dibukapun juga nggak! Kei, apakah kamu memang benar-benar sudah mantap untuk mengakhiri ini semua? Apa kamu benar-benar sudah tidak asa rasa sedikutpun denganku? Apa dengan kehadiran Riyan juga kamu sudah bisa move on dari hubungan kita dulu? Argghhh! Secepat itu kah, Kei?" rutuk Zaky di dalam kamarnya. Seharian ini Zaky memilih untuk mengurung diri. Tidak makan sama sekali, bahkan untuk membersihkan badanpun juga tidak. Seharian ini kerjaannya hanya diisi dengan tidur atau main PS saja. Tok tok tok. "Zaky! Lo masih hidup kan?" seru Robby dari luar sana. "Masuk, Rob!" s

