Enam Delapan

1548 Kata

"Besok aku harus menemui Sita. Aku harus meluruskan masalah ini. Kasihan anak-anak kalau harus ikut menanggung apa yang menjadi kesalahan kami." lirih Rafly. Ia diam sejenak. "Tapi, apa itu berarti semua rahasia mengenai identitas Zaky harus aku buka sekarang?" tanyanya sendiri. "Astaghfirullah!" Rafly mengacak rambutnya kasar. Raflypun bangkit dari duduknya, dia menuju ke atas ranjang. Mengistirahatkan kepalanya yang hampir pecah karena memikirkan masalah yang makin terasa rumit. *** Robby sudah kembali dengan membawa tiga porsi nasi padang. Dua untuk Zaky dan satu untuk dirinya sendiri. Zakypun terlihat kalap menyantap makanan favorit di semua kalangan masyarakat tersebut. "Hoiikkk!" Terdengar keras sekali, suara sendawa yang keluar dari mulut Zaky. Dua bungkus nasi padang sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN