Dengan mengendarai sepeda motor matic, Ratna mampir ke rumah Yudha terlebih dahulu. Seraya membawa sebuah rantang yang berisi masakannya ia turun dari jok sepeda motornya dan berjalan menuju ke pintu utama. Tok tok tok. Ratna mengetuk pintu. "Assalamualaikum." ujarnya mengucapkan salam. Tak selang berapa lama Mainah terlihat di balik pintu. Raut wajahnya langsung terlihat sumringah, melihat ada Ratna di depan matanya. "Ealah, nduk Ratna. Waalaikumsalam. Mau berangkat ke kantor mampir dulu ke sini, he he." sambut Mainah Ratna tersenyum lebar, segera ia ambil punggung tangan Mainah, menciumnya hangat . "Ini bulik, kebetulan tadi Ratna masak rendangnya lebih, sengaja sih mau sekalian masak buat bulik juga." terangnya seraya memberikan rantangnya pada Mainah. "semoga suka ya bulik."

